ORDER 085649654913 ADE
HARGA Rp. 200.000 / NET |
Kanker payudara sering dipicu oleh berulangnya siklus
bulanan hormon normal wanita. Panjang masa subur, yaitu dari periode
pertama sampai menopause, adalah faktor resiko. Wanita yang menopause
pada usia 55 tahun memiliki resiko signifikan lebih besar daripada
wanita yang menopauses pada usia 45 tahun. Usia pada saat kehamilan
pertama juga penting: kehamilan pertama setelah usia 30 tahun
meningkatkan resiko dibandingkan dengan mereka yang kehamilan pertama
sebelum usia 30. Demikian juga, wanita yang belum pernah hamil juga
memiliki resiko yang lebih tinggi. Menyusui juga melindungi terhadap
kanker payudara. Terapi penggantian hormon meningkatkan resiko kanker
payudara dan ini harus dipertimbangkan sebelum memulai pengobatan. |
Gejala dan Tanda Kanker Payudara |
Tes Diagnostik |
Pengobatan Kanker Payudara |
Pertanyaan yang Sering DiajukanPertanyaan yang Sering Diajukan tentang Kanker Payudara1. Dapatkah cedera pada menyebabkan kanker payudara? Cedera pada payudara tidak menyebabkan kanker. Ketika tubuh mencoba menyembuhkan memar, tubuh dapat mengembangkan jaringan parut. Jaringan parut ini dapat disalahtafsirkan sebagai kanker pada mammogram. Namun, cedera itu sendiri harus sembuh dalam waktu satu bulan. Jika Anda khawatir, cari konfirmasi dari dokter Anda. 2. Apakah sebagian besar benjolan payudara disebabkan kanker? Tidak. Hanya satu dari setiap 10 benjolan disebabkan kanker. Ini berarti bahwa 90% dari semua benjolan payudara bukan kanker. Namun, kemungkinan benjolan menjadi kanker meningkat, seiring bertambahnya usia Anda. Beberapa wanita tidak memiliki benjolan yang pasti tapi bisa merasakan daerah umum 'berbenjolan' pada dada mereka. Seringkali dokter Anda dapat meyakinkan Anda bahwa ini adalah normal tetapi penting bahwa Anda meminta dokter Anda untuk memeriksa keseluruhan bila ada perubahan. 3. Dapat benjolan jinak (non-kanker) berubah menjadi kanker? Kemungkinan kanker berkembang pada benjolan jinak tidak berbeda dari bagian lain payudara. Namun, sangat penting bagi Anda untuk memastikan bahwa benjolan tersebut non-kanker pertama kalinya. 4. Jika saya memiliki benjolan payudara jinak, apakah lebih besar kemungkinannya saya mengalami kanker payudara? Kadang-kadang wanita dengan masalah benjolan payudara jinak tertentu dapat sedikit lebih beresiko. Namun, Anda akan perlu untuk bicarakan hal ini dengan dokter Anda. 5. Apakah benjolan jinak bisa kembali? Umumnya tidak, tetapi sejumlah kecil perempuan dapat memiliki benjolan jinak baru di masa depan. 6. Saya merasakan benjolan di payudara saya tapi tidak muncul pada mammogram. Apakah itu berarti saya tidak memiliki kanker? Banyak wanita yang menemukan benjolan di payudaranya ketakutan dan mereka melakukan mammogram. Ketika tidak muncul, mereka sangat senang karena mereka menganggap itu bukan kanker. Tidak ada tes yang sempurna. Minta dokter Anda untuk melakukan tes lebih lanjut dan mengetahui penyebab benjolan. Banyak benjolan payudara tidak bersifat kanker, namun Anda harus meminta dokter Anda untuk memperhatikan ini 7. Bagaimana jika benjolan ternyata menjadi kanker? Jika kanker payudara terdeteksi dini, ia memiliki kesempatan lebih baik untuk disembuhkan. Anda perlu membahas diagnosis dan pilihan pengobatan terbaik dengan dokter yang merawat Anda. 8. Apa yang harus saya lakukan jika dokter mengatakan masalah payudara saya tidak perlu dikhawatirkan tentang tapi saya masih merasa khawatir? Jika dokter Anda menyatakan masalah Anda hormonal, Anda mungkin menunggu sampai menstruasi berikutnya selesai untuk melihat apakah masalah tersebut masih ada. Jika masih ada atau Anda masih khawatir, Anda dianjurkan kembali ke dokter atau mencari pendapat kedua. 9. Bagaimana jika ada kanker payudara dalam keluarga saya? Wanita yang memiliki sejarah kanker payudara dalam keluarga, seperti ibu dan/atau saudara perempuan yang menderita kanker payudara sebelum menopause, mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk mendapatkan kanker payudara. Jika Anda khawatir tentang sejarah keluarga kanker payudara, bicarakan dengan dokter Anda. Anda juga boleh berkonsultasi dengan spesialis payudara. 10. Apakah saya masih mengalami periode menstruasi saya setelah pengobatan kanker payudara? Pengobatan dengan kemoterapi dan terapi hormon dapat menyebabkan perubahan siklus menstruasi Anda, mengakibatkan menstruasi tidak teratur atau menopause dini. Jika Anda hampir mencapai masa menopause, menstruasi Anda mungkin tidak kembali. 11. Dapatkah saya hamil ketika saya menderita kanker payudara? Umumnya perubahan kadar hormon wanita pada waktu kehamilan dianggap dapat memperbesar kemungkinan muncul kembalinya kanker payudara. Tetapi, tidak ada data yang mendukung anggapan ini. Beberapa dokter menganjurkan untuk menunggu satu sampai dua tahun setelah selesai pengobatan sebelum mulai mencoba hamil kembali. Bagaimanapun, diskusikan dengan dokter anda sebelum merencanakan kehamilan anda. 12. Kapan mastektomi dianjurkan? Ada wanita yang secara kosmetik lebih diuntungkan dengan mastektomi dibandingkan dengan pengangkatan benjolan saja karena saat ini rekonstruksi payudara dapat dilakukan dengan menggunakan teknik ’tissue expander’ atau ’skin flaps’. Dokter bedah anda dapat memeriksa anda untuk mengetahui apakah anda cocok untuk rekonstruksi payudara. Singapore Cancer Society memiliki Program Reach to Recovery yang menyediakan dukungan fisik, kosmetik, paska-operasi dan psikologis. Relawan biasanya wanita yang telah menjalani mastektomi. Deteksi Dini & Pencegahan 1. Jika saya melakukan mammogram secara teratur, apakah saya akan terkena kadar radiasi yang berbahaya? Pancaran radiasi dari peralatan mamogram modern diyakini aman. 2. Saya memiliki benjolan di payudara saya. Saya takut bertemu dokter seandainya itu kanker. Meskipun kekhawatiran Anda dapat dimengerti, Anda sebaiknya melihat dokter keluarga Anda sesegera mungkin. Sebagian besar benjolan payudara tidak bersifat kanker. 3. Ibu / bibi saya meninggal karena kanker payudara. Apakah saya mungkin mengalami kanker payudara juga? Sebagian kecil dari kanker payudara terkait dengan faktor-faktor yang dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tergantung pada jumlah keluarga dekat yang mengalaminya, Anda mungkin memiliki kemungkinan lebih besar daripada wanita yang tidak memiliki sejarah kanker payudara dalam keluarga. Kebanyakan dokter keluarga atau rumah sakit dapat memberikan informasi tentang pemeriksaan payudara sendiri dan skrining mammogram. Pengobatan 1. Saya didiagnosa mengidap kanker payudara. Apakah saya akan membaik? Banyak wanita mengidap kanker payudara menjalani masa hidup yang normal. Silakan diskusikan prognosis Anda dengan dokter Anda. 2. Apakah saya harus menjalani mastektomi? Ini tergantung pada posisi, ukuran dan jenis kanker payudara Anda serta ukuran payudara Anda. 3. Apakah radioterapi atau kemoterapi menyebabkan pengrusakan dan kerusakan jangka panjang? Tidak biasanya bagi wanita untuk mengalami kerusakan permanen disebabkan teknik radioterapi modern. Sebagian besar efek samping kemoterapi hanya berjangka pendek. Mual dan muntah dapat dikendalikan pada sebagian besar pasien. Rambut rontok masih umum, dan Anda mungkin memerlukan wig sementara. Menstruasi Anda mungkin berhenti selama kemoterapi tetapi kembali setelah itu. Namun, untuk perempuan di akhir usia 30-an dan 40-an, menopause dapat terjadi lebih awal, mungkin meningkatkan resiko osteoporosis dan penyakit jantung. Jika demam terjadi saat Anda melakukan kemoterapi, temui dokter Anda segera seandainya antibiotik diperlukan. Terapi Hormon untuk Kanker Payudara 1. Mengapa saya perlu terapi hormon? Hormon normal wanita seperti estrogen dapat meningkatkan pertumbuhan jaringan normal payudara yang sehat, tetapi juga dapat mempercepat pertumbuhan dan kambuhnya kanker payudara tertentu. Obat yang memperlambat pertumbuhan kanker payudara dengan menghambat aksi hormon normal wanita secara umum disebut terapi hormon. Beberapa kanker payudara memerlukan hormon estrogen untuk tumbuh. Terapi hormon dapat mencegah hormon alami tubuh Anda dalam mengaktifkan pertumbuhan atau penyebaran sel kanker. 2. Apa obat yang akan diberikan pada saya? Apa gunanya? Obat yang paling umum digunakan untuk terapi hormon untuk kanker payudara adalah tablet oral tamoxifen, yang menghentikan aksi estrogen. 3. Apakah saya akan mengalami efek samping? Apa yang bisa saya lakukan terhadapnya? Anda mungkin mengalami salah satu dari efek samping yang umum berikut ini:
Efek samping lainnya yang kurang umum adalah depresi, perubahan suasana hati dan sedikit meningkatnya kemungkinan kanker rahim dan trombosis vena dalam. Pemeriksaan ginekologi secara teratur direkomendasikan. 4. Berapa lama saya menjalani pengobatan hormonal? Jika digunakan untuk mengobati kanker payudara stadium dini, tamoxifen biasanya diresepkan untuk 5 tahun. Pasien dengan kanker payudara-stadium lanjutan mungkin perlu meminumnya untuk jangka waktu berbeda tergantung pada respon mereka terhadap pengobatan. 5. Mengapa beberapa wanita membutuhkan pengobatan hormonal sementara lainnya tidak? Banyak kanker payudara memiliki 'reseptor' untuk estrogen dan progesteron. Reseptor adalah protein pada permukaan sel kanker dimana hormon tertentu (misalnya estrogen atau progesteron) melekat. Jika kanker memiliki reseptor estrogen atau progesteron, besar kemungkinannya bahwa pengobatan hormonal dapat memberikan manfaat yang baik. Prostesis 1. Apa pilihan prostesis (bentuk payudara) yang saya miliki? Ada banyak macam prostesis yang tersedia. Jenis dan bentuk prostesis untuk anda sebaiknya mendekati berat dan bentuk payudara alami dan payudara anda satunya. Jika Anda membutuhkan saran, bicarakan dengan Perawat Payudara Anda. 2. Dapatkah prostesis dicuci? Bagaimana cara merawatnya? Ya, prostesis dapat dicuci. Petunjuk perawatan prostesis dapat ditemukan dalam kotak ketika Anda membelinya. Anda juga harus ingat untuk menyimpan prostesis di dalam kotak ketika Anda tidak menggunakannya. Rekonstruksi Payudara 1. Apa itu Rekonstruksi Payudara? Rekonstruksi payudara adalah operasi untuk membuat payudara baru untuk menggantikan payudara yang telah diangkat. Rekonstruksi payudara tidak mempengaruhi kelangsungan hidup kanker payudara atau pengobatannya. Prosedur ini dapat dilakukan pada waktu bersamaan dengan mastektomi atau di kemudian hari. Payudara dapat direkonstruksi dengan menggunakan implan, seperti silikon, salin atau jaringan normal tubuh Anda sendiri (merujuk pada pendapat ahli). 2. Kapan Rekonstruksi Payudara dapat dilakukan? Ada beberapa opini yang berbeda mengenai ini. Ada yang berpendapat ini dapat dilakukan pada saat mastektomi, beberapa bulan kemudian atau bahkan bertahun-tahun kemudian. Waktunya mungkin tergantung pada jenis kanker payudara yang Anda alami, apakah Anda perlu perawatan lebih lanjut (misalnya kemoterapi), bagaimana perasaan Anda tentang hilangnya payudara, kesehatan umum Anda, dan pertimbangan lainnya seperti biaya. Bicarakan masalah ini dengan dokter bedah payudara dan ahli bedah plastik Anda. Jika anda mau, carilah pendapat kedua. 3. Dapatkah saya berolah raga setelah rekonstruksi payudara? Apabila memungkinkan, akan sangat membantu bagi anda untuk tetap aktif dan berolahraga secara teratur. Olahraga ringan, seperti berjalan setelah operasi, dapat membantu proses pemulihan. Jumlah dan jenis olahraga tergantung pada apa yang biasa Anda lakukan dan sebaik apa kondisi Anda. Sebaiknya Anda diskusikan dengan dokter Anda tentang kekhawatiran Anda. 4. Apakah saya harus pergi untuk skrining payudara secara teratur setelah rekonstruksi? Sangat penting untuk menjadwalkan mamogram secara teratur untuk payudara satunya. Selain itu, pemeriksaan payudara sendiri di rumah tetap harus dijalankan. Periksalah payudara Anda yang pernah di rekonstruksi dan satunya lagi, pada waktu yang sama setiap bulan. Perlahan-lahan anda akan tau apa yang normal untuk Anda sejak rekonstruksi payudara. Payudara yang direkonstruksi akan terasa beda dan payudara satunya lagi mungkin juga berubah. Menyusui 1. Setelah didiagnosa menderita kanker payudara, masih dapatkah saya menyusui bayi saya? Anda masih bisa menyusui bayi anda dari payudara yang tidak terpengaruh. Tidak dianjurkan untuk menyusui bayi Anda dengan payudara yang terkena kanker karena ASI yang dihasilkan tidak akan cukup. 2. Dapatkah saya menyusui setelah lumpektomi dan terapi radiasi? Ya, Tidak seperti Radiasi, efek dari Lumpektomi sebenarnya tidak terlalu ekstensif sehingga dapat mempengaruhi kemampuan Anda menyusui. Payudara yang diobati dengan radiasi dapat mengalami perubahan seperti yang normal selama kehamilan, tapi akan menghasilkan ASI yang sedikit atau tidak sama sekali. Walaupun begitu, Anda tetap dapat menyusui bayi anda dengan payudara satunya. 3. Dapatkah saya menyusui setelah mastektomi? Ya, Anda bisa menyusui bayi dengan payudara satunya. Pada awalnya, Anda dianjurkan untuk lebih sering menyusui bayi Anda untuk membangun asupan ASI yang cukup. 4. Apakah saya dapat menyusui setelah biopsi? Ya. Biopsi tidak akan mengganggu kemampuan Anda untuk menyusui. Bahkan jika Anda memerlukan biopsi saat Anda menyusui, Anda masih dapat terus menyusui. Namun, Anda perlu untuk mendiskusikan hal ini dengan dokter Anda. Latihan Lengan 1. Mengapa saya perlu berolah raga? Anda dianjurkan untuk latihan lengan Anda segera setelah operasi Anda untuk mencegah kekakuan sendi bahu. 2. Kapan saya mulai latihan lengan? Itu adalah normal untuk merasa lelah beberapa hari setelah operasi. Anda dapat mulai latihan segera setelah Anda merasa cukup kuat. Ini dapat sedini hari pertama setelah operasi Anda. Semakin dini Anda mulai, semakin cepat Anda mengembalikan gerakan bahu Anda. |
|
Rabu, 24 September 2014
OBAT HERBAL KANKER PAYUDARA AGEN HERBAL KANKER MALANG
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar